SIAPAKAH YESUS ITU ?

Oleh St.K.M.Sinaga.

 

Saya percaya Yesus pernah hidup di bumi 2000 tahun lalu. Tetapi bagaimana mungkin peristiwa yang pernah terjadi 2000 tahun silam itu, masih tetap relevan hingga hari ini ?  Lalu, apakah dampak yang akan terjadi jika Anda mengenal Yesus ?

Pertanyaan-pertanyaan diatas memang layak kita ajukan. Namun sebelum Anda menjawabnya, marilah kita melihat dan mempelajari beberapa point berikut. Anda perlu lebih dulu melihat apa yang Alkitab katakan tentang pribadi Yesus. Sehingga Anda kemudian mengenalNya.

Pertama, tentang kelahiranNya.

Alkitab mencatat, 700 tahun sebelum Kristus lahir, nabi Mikha telah menubuatkan bahwa Kristus akan dilahirkan dari rahim seorang perawan yang mengandung dari Roh Kudus. Para malaikat akan bernyanyi dan bersorak menyambut dan mengumumkan kedatanganNya. “ Akan bangkit bagiKu..yang permulaannya sudah ada sejak purbakala, sejak dahulu kala, “ tulis nubuat Mikha dalam fatsal 5:2. Itu menunjukkan Yesus adalah tokoh yang sangat istimewa. Mengapa ? “ (sebab) Oleh Dialah segala sesuatu diciptakan, “ kata kitab Kolose 1:16.  Itu berarti bahwa keberadaan Yesus tidak dimulai pada saat Dia dilahirkan. Dia sudah ada sebelum permulaan sejarah di bumi. Dia sudah ada didalam kekekalan bersama dengan Bapa di sorga. Lalu, Dia lahir sebagai manusia dan datang ke dunia yang telah diciptakanNya sendiri.

Kedua, tentang kehidupanNya.

Setelah kelahiranNya, Yesus kemudian dibesarkan di kota Nazareth sebagai seorang anak laki-laki. Dia membantu mengerjakan pekerjaan Yusuf, ayahNya sebagai tukang kayu. Ketika Dia berumur 12 tahun, Yesus tampak berdiskusi dengan para pemimpin agama di Bait Suci (Luk.2:46-49). Pada usia itu sudah hampir tiba waktunya bagi Yesus untuk mengerjakan pekerjaan BapaNya di sorga. Dan Yohanes pembaptis menyebutNya sebagai “ Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia “ (Yoh.1:29). Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, langit terbuka, ada suara dari sorga yang menegaskan keberadaanNya : “ Inilah putera yang kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan “ (Mat.3:17).

Setelah Yesus diurapi oleh Roh Kudus, Yesus kemudian memulai pelayananNya. Dia memulainya dengan berkotbah tentang Kerajaan Surga sudah dekat (Mat. 4:17). Disitu Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat radikal. Katanya, apabila seseorang memaksamu berjalan satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh dua mil. Bila seseorang menampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu. Pada masa itu, orang belum pernah mendengar hal-hal seperti ini. Bahkan mereka tidak pernah mendengar pengajaran yang disampaikan dengan penuh kuasa. Yesus memang bukan guru biasa.

Selain itu, didalam pelayananNya banyak mujizat terjadi. Yesus menyembuhkan orang buta sehingga dapat melihat. Dia membuat orang tuli mendengar. Dia memerintahkan orang lumpuh berjalan. Dia menyembuhkan orang yang kerasukan setan. Ribuan orang diberiNya makan hanya dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Yesus berjalan diatas air dan memerintahkan badai untuk diam dan tenang. Bahkan Dia juga membangkitkan orang mati. Ya, Yesus adalah penyembuh dan pembuat mujizat. Tetapi, semua itu bukan tujuan utama dari kedatanganNya ke bumi. Bukan itu tujuanNya !

Setiap hari banyak orang berkerumun mengelilingiNya. Mereka rindu pada jamahan dan pengajaran Yesus. Banyak orang mengasihiNya dan percaya. Tetapi ada juga yang tidak peduli, bersikap acuh tak acuh. Bahkan ada yang menghujat dan mencemoohkanNya. Repotnya, mereka itu justru dari kalangan pemimpin dan tokoh agama. Meskipun selama hidupNya, Yesus begitu sempurna dan tidak berdosa, tapi masih ada saja orang-orang yang berusaha memfitnahNya. Bahkan sampai sekarang pun masih bayak orang  memilih untuk tidak mempercayaiNya.

Ada pernah orang mengatakan kepada saya. Kata orang itu : “ Saya sama sekali tidak percaya cerita tentang Yesus.”  Maka saya balik bertanya : “  Apa yang menyebabkan Anda tidak bisa mempercayai Dia ? Apakah Yesus pernah mengatakan sesuatu yang tidak Anda setujui ?  Dapatkah Anda membuktikan bahwa Dia bersalah ? “

Orang itu diam seribu bahasa. Kemudian saya melanjutkan : “ Percayalah kepada Yesus apapun yang dikerjakanNya. Yesus adalah Tuhan. Dia juga manusia sekaligus Tuhan didalam tubuh manusia. Sehingga tidak mungkin ada yang salah didalam perbuatanNya. “ Orang itu kemudian berlalu.

Anda pasti tahu, salah satu cara terbaik untuk memahami seseorang  adalah dengan mencari tahu apa yang dikatakan tentang dirinya. Demikian juga tentang Yesus. Yesus sering mengatakan siapa diriNya. Ia berkata bahwa Dia adalah Putera Bapa Surgawi (Mat.16:16-17) Ia dan Bapa adalah satu (Yoh.10:30) Bapalah yang mengutusNya (Yoh.5:37) Yesus juga mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Bahkan Ia datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. Yesus sebagai “pengganti” manusia berdosa justru untuk menebus dosa manusia.

Yesus tidak menolak ketika orang menyebutNya Raja orang Yahudi. Dia bahkan berkata : Akulah Dia. Injil Yohanes mengungkapkan Dia adalah gembala yang baik dan mengasihi domba-dombaNya ( Yoh.10:11) Dia adalah roti hidup yang dapat mengenyangkan (Yoh.6:48) Dialah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting yang harus tinggal didalamNya (Yoh.15:1) Dia adalah pintu masuk ke surga (Yoh.10:9) Dan kemudian Yesus sendiri memaparkan lebih jelas perihal diriNya, kataNya :  Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh.14:6)

Kalau Anda mempercayai semua yang Yesus katakan, tetapi Anda mengatakankan bahwa Yesus bukan satu-satunya jalan ke surga, maka itu sama saja menuduh Yesus setengah kebenaran. Atau Ia berbohong. Anda tidak dapat menerima Yesus setengah-setengah. Anda harus menerima Yesus seperti apa yang dikatakanNya atau Anda menolakNya sama sekali. Anda tidak dapat berkata : Yesus adalah orang baik, orang yang pandai, seorang yang berjasa memperbaiki kehidupan manusia. TETAPI saya masih sulit percaya kepada kristus.

Hanya ada dua kesimpulan. Pertama, Yesus adalah pembohong. Atau kedua, Ia benar seperti yang dikatakanNya : Putera Bapa Surgawi yang kekal, juru selamat dunia dan suatu hari akan datang kembali menghakimi semua manusia. Dan satu hal lagi, saya perlu mengatakan ini. Yesus Kristus tidak pernah menganjurkan atau mendirikan suatu agama. Ia tidak beragama Kristen, Yahudi atau agama lain. Yesus adalah Tuhan diatas segala agama.

Ketiga, tentang kematian dan kebangkitanNya.

Alkitab menerangkan kematianNya bukanlah kematian biasa. Peristiwa itu direncanakan oleh para pemimpin agama. Mereka orang yang sangat membesar-besarkan ketentuan hukum Torat, lalu memaksa orang lain mematuhi hukum tersebut seketat mungkin sehingga menjadi beban bagi mereka. Tetapi para pemimpin agama ini juga yang iri hati kepada Yesus, sebab kedudukan mereka terancam oleh popularitas Yesus. Sebenarnya, dengan memaksa orang lain mematuhi hukum Torat, mereka sendiri telah melanggar salah satu hukum yang paling mendasar dari kesepuluh hukum itu, yaitu : Jangan Membunuh (Kel.20:13). Tetapi mereka sudah bertekad habis-habisan untuk membunuh Yesus. Mereka telah dibutakan terhadap kebenaran tentang siapa Yesus sebenarnya.

Kematian Yesus telah direncanakan oleh orang-orang yang membenciNya. Dan rencana itu dijalankan oleh tentara Romawi yang sama sekali tidak tahu apa sesungguhnya sedang mereka lakukan. Kemudian mereka menyalibkan dua pencuri sebelah-menyebelah dengan Yesus. Padahal, Yesus tidak pernah menyakiti siapapun. Dia tidak pernah memberontak melawan pemerintah. Ia tidak pernah melanggar hukum. Jadi kematianNya sama sekali tidak layak. Ia tidak layak dihukum mati. KematianNya jelas sekali hasil dari suatu rencana jahat dan tragedi hukum yang direkayasa. Tetapi, ingatkah Anda apa yang dikatakanNya ? Ia sudah mengatakan sebelumnya bahwa Dia datang ke bumi untuk melakukan kehendak BapaNya dan memberikan nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang.

Jadi, mengapa Ia harus mati ? Karena itu rencana Tuhan. Sebab Ia sudah tahu sejak sebelum dunia dibentuk bahwa manusia berdosa tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Apa yang terjadi di kayu salib bukan hanya peristiwa kematian. Tetapi suatu peristiwa yang ajaib dan kekal. Disitulah Bapa Surgawi menimpakan kepada puteraNya hutang dosa seluruh umat manusia, baik di masa lalu, masa kini maupun di masa yang akan datang. Itu semua berlaku bagi Anda dan saya.

Ada lagi satu aspek yang perlu Anda ketahui, apabila Anda benar-benar ingin mengenal siapakah Yesus Kristus itu. Yaitu, dengan mempelajari apa yang terjadi setelah kematianNya. Dia telah bangkit dari kubur. Sebab Yesus adalah Tuhan yang hidup. Dia telah mengalahkan kematian. Dia telah melakukan semua tepat seperti apa yang dikatakanNya. Semula, murid-muridNya yang telah diberitahukan jauh-jauh hari perihal kematian dan kebangkitanNya, juga tidak mempercayaiNya. Namun akhirnya, setelah Yesus menyelesaikan semua tugasNya, yaitu kematian dan kebangkitanNya, menjadi bukti bahwa semua yang dikatakanNya benar, maka percayalah mereka.

Selanjutnya, Yesus berkata bahwa Dia akan datang kembali. Dapatkah Anda mempercayai hal itu ?  Seharusnya. Karena Alkitab berkata demikian, bahwa semua yang dikatakanNya harus digenapi! Memang mengenal kebenaran tentang siapa Yesus, berarti Anda dihadapkan pada suatu keputusan : Maukah Anda mempercayai dan menerima kesaksianNya ? Atau, apakah Anda menolak semua kebenaran itu dan menghadapi kehidupan tanpa harapan ?

Pada bagian akhir tulisan ini saya ingin mengingatkan anda pada palungan. Setiap kali Anda melihat palungan, baik sebagai hiasan natal atau dalam drama-drama natal, ingatlah siapakah yang telah berbaring disana. Renungkanlah hidupNya, renungkanlah apa yang telah dikatakanNya, kematianNya dan kebangkitanNya. Yesus bukan sekedar bayi biasa. Dia adalah Putera Bapa yang menawarkan kehidupan kekal kepada siapa yang mau percaya kepadaNya.

Taburlah Dan Tuailah

By Sahala Napitupulu.

 

Kehidupan ini berjalan selalu punya hukum tabur-tuai. Artinya, kita akan menuai sesuai dengan apa yang kita tabur. Siapa menabur angin dia akan menuai badai, kata kitab Amsal. Setiap pekerjaan yang kita perbuat, entah baik atau jahat, masing-masing akan kita tuai. Mungkin tidak besok tapi lusa. Mungkin tidak minggu ini tapi minggu depan. Mungkin tidak bulan ini tapi bulan depan. Mungkin tidak tahun ini tapi tahun depan. Dan akhirnya, mungkin tidak di dunia ini tapi nanti diseberang sana. “ Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidup ini, baik atau pun jahat,  “ bunyi sabda Tuhan dalam II Kor.5 :10.

 

Di dunia ini, bisa saja orang keliru menilai segala sesuatu. Yang baik kita lakukan bisa dibilang orang buruk. Yang buruk dilakukan orang, malah mereka bisa dibilang baik. Tapi syukurlah ada Tuhan yang maha tahu.Yesus tahu yang sebenarnya. Yesus tahu siapa kita. Yesus tahu apa yang kita perbuat. Yesus tahu bagaimana pelayanan kita. Semua dinilai oleh Tuhan. Dan penilaian Tuhan jelas tak pernah keliru.

 

Lihatlah, ke 7 jemaat yang ada didalam kitab Wahyu itu, bukankah semua dinilai oleh Yesus ? Semua yang mereka perbuat disingkapkan dan dinilai oleh Yesus. Mereka ada yang telah kehilangan kasih mula-mula (jemaat di Efesus). Ada yang pelayanannya suam-suam kuku, panas tidak dingin pun tidak (jemaat di Laodikia). Ada yang punya sikap mendua, menerima ajaran Yesus tapi juga menganut ajaran Bileam (Pergamus). Ada yang didapati tak satu pun dari pekerjaan mereka yang sempurna (Sardis). Namun, ada juga yang dipuji oleh Tuhan karena mereka setia dan menuruti firmanNya (Filadelfia). Lain lagi Jemaat di Smirna. Jemaat ini dipuji tapi juga diperingatkan akan datangnya pencobaan dan kesusahan yang harus mereka alami. Sementara Jemaat di Tiatira sangat dicela oleh Yesus. Soalnya, mereka telah membiarkan Izebel yang mengaku nabiah itu berbuat zinah dan menyesatkan jemaat. Semua diketahui oleh Yesus dan semua diberi penilaian. Ada yang dikecam ada yang dipuji. Dari ke-7 model jemaat diatas, jika Anda diminta jujur untuk menilai diri sendiri, Anda masuk model jemaat yang manakah ?

 

Jika Anda tahu bahwa suatu hari nanti, cepat atau lambat, Anda akan menuai dari apa yang Anda tabur, mengapa Anda tidak berbuat baik ? Taburkanlah benih kebaikan setiap-tiap hari kepada keluargamu, kekasihmu, sahabat-sahabatmu bahkan kepada orang-orang yang telah menyakitimu. Benih kebaikan bisa Anda tabur dalam banyak cara. Terlalu panjang untuk disebut satu per satu. Baik secara langsung maupun tidak langsung setiap-tiap hari Anda bisa menabur benih-benih kebaikan. Akhirnya, disini ada nasehat firman Tuhan, saya kutip dari surat Galatia 6 : 9-10 : “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman “ Anda merasa punya banyak kesempatan ? Andalah yang menjawabnya.***

 

Antara Kebenaran Dan Pembenaran

By Sahala Napitupulu

Pengalaman hidup Paulus sendiri akhirnya membuktikan betapa sia-sianya setiap usahanya melawan kebenaran. Ketika masih bernama Saulus, dia menagkapi dan menganiaya orang-orang percaya. Tapi bagaimana ujungnya ? Setelah pertemuannya dengan Tuhan Yesus dalam perjalanannya ke kota Damsyik, maka segalanya pun berobah. Saulus yang tadinya berniat untuk membungkam kebenaran ternyata harus mengakuinya sebagai usaha yang sia-sia. Kebenaran tak dapat dia bungkam. Dicoba untuk dibelunggu tapi kebenaran ternyata tak dapat dibelenggu. Maka kata Paulus dalam salah satu suratnya : Kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran, yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran (II Kor.13 : 8).

Pernyataan Paulus itu, sekali lagi, didasarkan atas pengalaman hidupnya. Ini penting. Mengapa ? Sebab orang bisa saja mengatakan kebenaran tapi diluar pengalaman hidupnya. Orang bisa saja mengatakan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat manusia, tetapi dia sendiri belum mengalaminya sesungguhnya. Bagaimana dengan Anda ? Apakah Anda menyuarakan kebenaran dan tinggal didalam kebenaran itu sendiri ?

Tahukah Anda : apa dan siapa kah kebenaran itu ? Dalam Injil Yohanes kita menemukan Yesus memproklamirkan diriNya sebagai kebenaran. Kata Yesus : Akulah Jalan Hidup dan Kebenaran (Yoh.14 : 6). Kemudian kita menemukan firman Allah itulah kebenaran. Yesus katakan : Kuduskanlah mereka dalam kebenaran dan firmanMu adalah kebenaran (Yoh.17 : 17). Jadi Yesus dan Firman Allah itulah kebenaran.

Karena Yesus adalah Kebenaran maka Dia bisa membenarkan orang-orang berdosa seperti saya dan Anda. Bagaimana cara Yesus membenarkan kita ? Dengan cara menjadi kutuk sebagai ganti dosa kita. Dengan kematian dan penumpahan darahNya ketika Dia disalibkan. Sebab ada tertulis : Terkutuklah orang yang mati digantung di kayu salib (Gal.3 : 13).

Disitu, dikayu salib itulah Yesus telah membayar harga untuk membenarkan kita orang-orang berdosa. Hanya karena Yesus adalah Kebenaran itu sendiri, maka Dia bisa membenarkan orang berdosa. Jika Yesus sebatas manusia nabi, maka Dia hanya pembawa suara kebenaran, tapi bukan kebenaran itu sendiri. Paling jauh, seperti nabi-nabi yang lain, memberi citra rasa kebenaran tapi bukan kebenaran itu sendiri.

Anda kenal dengan citra rasa dan gaya hidup orang modern sekarang ? Cobalah Anda beli mie instan dengan rasa ayam atau sapi. Saya pastikan Anda tak akan mendapatkan sepotong daging ayam atau daging sapi didalam sebungkus supermi. Tetapi Anda akan mendapatkan citra rasa saja. Demikian lah dengan para nabi, para rasul dan hamba-hamba Tuhan sekarang memberikan kita citra rasa kebenaran. Namun beda dengan Yesus, Dia bukan citra rasa kebenaran, tetapi kebenaran itu sendiri.

Oh ya, Manusia sepanjang sejarahnya mahluk yang paling getol mencari pembenaran. Saking getolnya, disaat melakukan kesalahan atau berbuat dosa pun, manusia sering mencari pembenaran. Saat berbuat dosa bukannya menyesal dan berdoa minta ampun pada Tuhan, tapi mencari-cari alasan untuk pembenaran.

Mencuri atau mengambil hak orang lain, itu kita tahu adalah dosa. Tapi itu sering dilakukan orang dengan mencari alasan pembenaran bahwa perbuatan itu dilakukan karena kebutuhan mendesak, karena ingin memiliki dan lain sebagainya. Berdusta itu dosa kita tahu. Tapi kita sering memberi pembenaran dengan mengatakan boleh berbohong asal demi kebaikan. Itulah yang disebut berdalih. Banyak lagi contoh lainnya.

Ketika Anda berbuat kesalahan dan jatuh kedalam dosa, apakah Anda termasuk orang yang suka berdalih ?  Suka mencari pembenaran ? Tinggalkan kebiasaan buruk itu. Adalah jauh lebih bijaksana Anda datang pada Tuhan dan mengakui kesalahan dan dosa Anda kemudian meminta pengampunan dariNya. Mengapa ? Karena ketika manusia itu berbuat dosa, ia telah melawan kebenaran dan bersekutu dengan iblis. Sebab Alkitab katakan Iblis lah bapa dari segala pembohong alias rajanya pendusta. Anda mengerti maksudnya ? Kiranya demikian.***

Hati Gembira = Obat Manjur

By Sahala Napitupulu

Hati gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Begitulah kata kitab Amsal 17 : 22. Pertanyaan saya : kalau Anda memiliki hati yang gembira, dari mana orang tahu dan melihat Anda sedang bergembira ? Anda katakan hati Anda sedang bergembira, tetapi penampakan wajah Anda begitu masem, cemberut dan tegang sekali.  Bagaimana itu  bisa disebut hati yang gembira ?

Tahukah Anda, Ekspresi wajah adalah luapan dari hati. Penampakan wajah merupakan cerminan bagaimana isi hati kita. Yang benar saja, masa dikatakan hati bersuka cita, hati gembira, namun wajah yang kelihatan begitu tegang, muram, sedih sekali. Apa begitu ? Yang benar, luapan hati yang gembira kalau tidak tersenyum ya tertawa. kalau tidak tertawa ya menari-nari. Paling tidak wajah tampak rileks. Tidak ngotot.

Hati gembira adalah obat yang manjur dan juga tanpa efek sampingan. Dunia medis pun mengakuinya. Makanya ada motto ” tertawa itu sehat “, apalagi kalau tertawa itu keluar dari luapan hati yang gembira. Para dokter di berbagai negara maju telah menyelidiki tentang tertawa dari luapan hati yang gembira itu  sangat sehat. Sedikit penjelasannya kira-kira begini. Orang yang tertawa, apalagi disertai humor yang sehat dapat menurunkan ketegangan jiwa. Dan turunnya ketegangan jiwa ini dapat menurunkan tensi darah (bagi orang yang darah tinggi) sehingga syaraf-syaraf di tubuh  menjadi rileks. Anda tahu, wajah orang yang cemberut, muka muram, itu akan lebih banyak menarik otot-otot dan syaraf tubuh dari pada wajah yang  rileks. Itu sebabnya, mengapa orang yang sering cemberut, masem, lebih cepat kelihatan tua, karena banyaknya otot-otot dan syaraf tubuhnya yang ditarik.

Bayangkan saja seperti senar gitar. Cobalah Anda stem gitar Anda. Semakin kencang Anda putar, tali senar akan semakin tegang dan lebih mudah putus–dari pada senar dalam keadaan kendor. Demikian juga pada tubuh dan wajah kita, Anda pasti sudah tahu ada ribuan senar syaraf-syaraf dan otot yang bisa Anda stem : mau kencang atau mau rileks ?  Saat Anda membaca tulisan ini, berhentilah sebentar, cobalah lihat bagaimana wajah Anda sekarang di cermin. Wajah yang ada dalam cermin itu akan menunjukkan itulah sekarang isi hati Anda !

Dari luapan hati yang gembira orang bisa tersenyum atau tertawa atau menari-nari. Orang yang hidupnya benar di dalam Tuhan, maka dia pasti bersuka cita didalam Tuhan. Hati yang gembira, hati yang bersuka cita, itu memang seharusnya milik kita sebagai orang percaya ! Maka kalau saat ini ada orang kristen sulit tertawa atau sulit tersenyum, perlu dipertanyakan : ada apa ? What’s the matter ? There is something wrong ?

Dari pengalaman yang saya ketahui, sulitnya orang tersenyum dan tertawa sebab mereka sedang menanggung suatu beban berat, kepahitan hidup atau penderitaan ! Dan kalau kita pikir-pikir, itu juga adalah bagian dari kehidupan. Namun orang yang bersandar pada Tuhan dan datang pada Yesus, maka Dia akan memberi jalan keluar dan melepaskan mereka dari beban berat itu. Yesus sudah berkata : ” marilah kepadaKu engkau yang letih lesu dan berbeban berat, sebab Aku akan memberi kelegaan padamu. “

Betul, beban berat dan penderitaan membuat orang tak bisa tertawa, tak bisa bersorak-sorai dan menari-nari. Bibir kelu, pikiran ruwet mumet, wajah tegang, itulah yang akan tampak pada orang yang berbeban berat. Bagaimana dengan keadaan Anda saat ini ? Jika saat Anda membaca tulisan ini Anda lagi runyam oleh beban hidupmu, saran saya sekali lagi, datanglah segera dan berdoalah pada Yesus ! Dan nantikan pemulihan dari Tuhan. Selalu ada pengharapan ditengah-tengah penderitaan. Renungkanlah firman Tuhan ini yang saya kutip untuk Anda dari  kitab Mazmur 126 : 1-3, yang berkata : ” Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang diantara bangsa-bangsa ; Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini ! Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersuka cita ! “

Anda perlu bersuka cita dalam hidup ini. Anda perlu hati yang gembira, karena suka cita itu adalah milik orang percaya dan milik Anda. Itulah salah satu alasan mengapa Yesus datang ke dunia ini : memberikan Anda suka cita. Anda setuju ?  ****

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.